Conduction Vs Convection

CONDUCTION VS CONVECTION

Secara umum perpindahan panas / heat transfer ada tiga yaitu Conduction (konduksi), Convection (konveksi) dan Radiation (radiasi). Tapi mari kita bahas lebih dulu apa yang di maksud dengan conduction dan convection

  • Conduction / Konduksi :  adalah perpindahan panas dari sumber energi (burner) secara kontak langsung / bersentuhan langsung dalam hal ini adalah drum yang terdapat di mesin roasting. * penting sekali kita mengetahui bahan dari drum roaster yang kita gunakan dan karakteristik nya pada saat heat transfer ( biasanya drum roaster yang cepat naik temperatur nya akan cepat juga turun temperatur nya begitu juga sebalik nya)
  • Convection / Konveksi :  adalah perpindahan panas dari sumber energi (burner) melalui udara / angin atau biasa yang kita sebut hot air /airflow. Pada beberapa mesin roasting hot air / airflow bisa kita atur atau kita sesuaikan dengan kemauan kita, tetapi juga ada beberapa mesin roasting tidak memiliki fitur pengaturan hot air/airflow. Hot air / airflow memiliki peranan sangat penting pada proses roasting karena perpindahan panas pada saat proses roasting didominasi oleh hot air / airflow. Tidak bisa kita pungkiri dalam proses roasting  conduction juga penting ( karena akan menghasilkan rasa /flavors dan sweetness, tapi dengan convection selain untuk membantu membuang chaff dan asap tetapi akan menghasilkan kejernihan (clarity) pada rasa dan sweetness *Tidak ingin kan kopi kita rubber,smoky, bahkan carbonic. 

Mana lebih bagus ? Conduction ? Convection ?

Jujur saja perdebatan ini tidak akan pernah selesai. Ada roaster yang menggunakan conduction dan bisa menghasilkan kopi yang enak begitu juga roaster yang menggunakan convection. Balik lagi roaster akan memiliki preferensi sendiri begitu juga para penikmat hasil roasting an nya. Yang paling penting adalah tujuan yang ingin di capai si roaster, rasa yang di cari, atau bahkan permintaan si pembeli.

Apabila anda menggunakan mesin roasting yang memiliki fitur airflow tidak ada salah nya menggabungkan Conduction dan Convection.

Saya pun menggunakan metode ini, jangan tanya hasilnya enak atau tidak hehehe (mungkin enak bisa juga tidak enak); tapi saya bisa berbagi sedikit cara saya meroasting dengan menggabungkan conduction dan convection:

  • Pada saat drying saya akan dominan convection dengan cara menutup airflow pada fase ini biji kopi akan menyerap / absorb panas dari drum *endothermic phase. Karena apabila airflow di buka akan semakin mempercepat proses drying. *Conduction
  • Pada saat yellowing sampai browning saya akan mulai membuka airflow, tujuan nya untuk membantu biji kopi untuk melepas molekul air yang tersisa dan memulai proses maillard. Pada saat ini saya akan menurunkan Heat / Power secara perlahan lahan. *Conduction – Convection
  • Tepat sebelum 1st Crack saya akan membuka aiflow lebih banyak dan mengurangi heat / power. Pada fase ini beans akan melepas energi panas (Exothermic) *Convection

Cara ini belum tentu benar dan tepat sekali lagi balik ke tujuan si roaster apa yang ingin di cari. Dan begitu juga ada beberapa variabel yang harus di pertimbangkan ,seperti densitas, moisture content, water activity, proses pasca panen dll dll .

Tidak salah kan untuk di coba?

-salam penikmat kopi-

2 Comments on Conduction Vs Convection

  1. Salam…. ijin tanya, apakah mesin roaster ada yang menggunakan perpindahan panas dengan radiasi ? Terima kasih

Leave a comment