Pengaruh Agitasi Terhadap Ekstraksi

Kali ini kami melakukan eksperimen menarik, dan merupakan lanjutan dari topik brewing sebelumnya. Kami melakukan eksperimen pengaruh agitasi saat menyeduh terhadap hasil ekstraksinya. Seperti yang kita tahu bahwa agitasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam menyeduh kopi terutama metode Drip/Pour-over. Umumnya ketika menyeduh, variabel yang biasa kita rubah adalah temperatur dan grind size (tingkat kehalusan gilingan), akan tetapi ternyata agitasi mempunyai peranan yang cukup besar juga. Dengan pertanyaan “Apakah kita bisa mendapatkan hasil seduhan yang optimal dengan agitasi ?” Jadi di eksperimen ini kami akan menyeduh dengan mengganti temperatur tetapi tetap menggunakan agitasi yang banyak.

Mari kita bahas lebih lanjut dengan hasil eksperimen berikut.

Catatan : kami menggiling kopi sekaligus di awal untuk menghindari faktor persebaran partikel gilingan yang tidak merata, hasil gilingan yang digunakan adalah medium-fine. Standar optimal yang digunakan adalah standar SCA (batas optimal 1.15 – 1.35), untuk faktor rasa kita kesampingkan pada eksperimen kali ini.

Dose : 20gr

Rasio : 1:15

Dripper : Hario V60 Dripper ukuran 2

Metode : Fast Pouring, 6x pouring (50ml/pour/30s)

1st pour : 50ml

2nd pour : 50ml

3rd pour : 50ml

4th pour : 50ml

5th pour : 50ml

6th pour : 50ml

Alat ukur : VST Refractometer

Variabel yang akan ubah adalah temperatur seduh, demi untuk mencari pengaruh agitasi terhadap hasil ekstraksi.

#1 

Percobaan pertama adalah mencari temperatur optimal dengan metode yang diterapkan.

Brew time : 2:55

Temperatur : 81℃

Hasil TDS : 1.35

Hasil dari eksperimen kali kami mendapatkan hasil seduhan yang optimal pada suhu yang cukup rendah yaitu 81℃, dikarenakan gilingan yang halus dan agitasi yang banyak.

#2

Percobaan kedua adalah menggunakan temperatur yang umum untuk menyeduh.

Brew time : 02:55

Temperatur : 95℃

Hasil TDS : 1.53

Seduhan ini menggunakan temperatur umum untuk menyeduh, dan ternyata menghasilkan ekstraksi diluar batas optimal.

#3

Percobaan ketiga adalah mengganti temperatur secara ekstrim.

Brew Time : 02.52

Temperatur : 50℃

Hasil TDS : 1.18

Hasil dari seduhan ketiga ini cukup menarik, bahkan menyeduh dengan suhu yang rendah sekalipun hasilnya diluar dugaan masih masuk dalam batas seduh optimal.

Masing-masing seduhan dilakukan beberapa kali, akan tetapi tidak terdapat perubahan yang signifikan. Angka hasil TDS pada setiap percobaan seduh adalah angka rata-rata, dikarenakan bacaan tiap seduhan/percobaan tidak menghasilkan hasil yang berbeda secara signifikan.

Kesimpulan dari eksperimen kami kali ini adalah agitasi mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil ekstraksi, untuk eksperimen dengan agitasi 3x pouring dapat diklik di link ini……….. Jadi ternyata dengan menyeduh dengan suhu rendah sekalipun kita masih bisa mendapatkan hasil seduhan yang optimal, dikarenakan kopi membutuhkan agitasi dalam penyeduhannya. Semakin banyak agitasi yang diberikan pada saat penyeduhan dapat meningkatkan ekstraksi yang signifikan. Belum percaya ?? Boleh dicoba untuk teman-teman yang mempunyai alat ukur TDS dengan eksperimen, menyeduh menggunakan French Press (Immersion) dan membandingkan dengan menyeduh menggunakan metode Drip dengan mengunci temperatur yang sama. 

Jika teman-teman ada yang sudah melakukan eksperimen yang kami rekomendasikan boleh membagikan hasil percobaan di kolom komentar dibawah ini.

Selamat menyeduh, salam penikmat kopi

Leave a comment