Kebangkitan kopi di China dan hubungannya dengan kopi Indonesia

Apakah anda pernah mendengar Luckin Coffee ? Kalau kopi dari Yunnan? Mungkin masih terdengar aneh di telinga kita.

Tapi untuk 3 – 5 tahun kedepan bersiaplah kita di serbu oleh kopi dari China, kenapa saya bisa bilang begitu?

Mari kita tarik ke belakang tentang budaya minum kopi di China, dengan penduduk terbesar di dunia China sangat asing dengan budaya minum kopi. Apabila di ambil rata2 maka penduduk China hanya mengkonsumsi kopi satu cangkir dalam satu tahun. Hal ini di pengaruhi oleh budaya minum teh yang sangat kuat di China yang sudah berlangsung ratusan tahun. Saat ini terjadi ledakan konsumsi kopi di China sebanyak 30% di bandingkan dengan peningkatan konsumsi kopi dunia yang hanya 2%, dan ini juga mempengaruhi peningkatan Specialty Coffee di China. Tahun 1999 lah menjadi titik balik budaya kopi di China di tandai dengan di buka nya gerai Starbuck di Beijing World Trade Center. Dengan tantangan berat nya mereka memberanikan diri mereka mencari pasar baru di China yang waktu itu terbiasa mengkonsumsi kopi instant seperti Nestle dan Maxwell. Singkat cerita tiga tahun terakhir Starbuck sudah menguasai hampir 50% market di lokal di China, luar biasa kan? Kita akan lebih kaget dengan pertumbuhan konsumsi kopi sebesar 1032% antara 2008 dan 2018. Kenapa bisa sampai setinggi itu? Hal ini berhubungan dengan pertumbuhan ekomoni negara China secara makro. Semakin banyak nya orang dengan tingkat ekonomi tinggi semakin banyak pula keterbukaan pada dunia luar (baca: banyak orang China yang terbiasa keluar negeri ), hal ini berakibat langsung pada gaya hidup yang dimana kebiasaan minum kopi terbawa sampai ke China.

Coffee Chain di China 

Ada dua perusahaan yang mendominasi pasar Kopi di China, Starbuck dengan 3300 outlet sampai saat ini dan Luckin Coffee yang berdiri pada Oktober 2007 membuka 525 outlet dan memiliki target 10.000 outlet pada tahun 2021. Luar biasa nya lagi Luckin coffee berencana membuka coffee roasting plant di Xiamen dengan kapasitas produksi 30.000 ton per tahun. Yang menjadi tantangan adalah budaya masyarakat China yang gemar dengan minuman manis, terutama di daerah Beijing dan Shanghai. Dan lagi masyarakat China sangat permisif dengan makanan dan minuman berfermentasi, jadi kopi dengan proses natural akan sangat digemari di China.

Specialty Coffee di China

Penanaman kopi di China secara modern di mulai pada tahun 1988 tetapi pada tahun 2016 mulai di berikan atensi khusus di provinsi Yunnan. 90% produksi kopi di China berada di Yunnan sehingga China sekarang masuk kedalam 20 besar penghasil kopi di dunia. Orang Perancis membawa kopi ke Yunnan pada akhir abad 19 dan pada tahun 1988 dimulai kerjasama pemerintah China dengan Bank Dunia dan UNDP (United Nation Development Programme) untuk mengenalkan dan mengembangkan kopi di provinsi Yunnan. Saat ini produksi kopi Arabica di China terpusat di Yunnan dan beberapa daerah lain nya sebagai penghasil Robusta seperti di Fujian dan Hainan. Dari total produksi kopi di China hanya 2% yang masuk kategori sebagai Specialty Coffee, tetapi arus Specialty Coffee di China seperti nya sulit di bendung lagi. Sebagai pertanda awal di mulai nya kebangkitan Specialty Coffee di China adalah dengan export pertama Specialty Coffee oleh Mangzhang Coffee Farm di Yunnan, dan juga meroket nya jumlah Q Grader asal China yang berhasil melewati jumlah terbanyak sebelum nya yaitu Korea Selatan. Tapi untuk saat ini Specialty Coffee di China masih tahap awal, masalah nya konsumsi kopi instant dan komersial masih cukup mendominasi.

Karakteristik Kopi Yunnan

Secara umum karakter kopi dengan proses Washed (Catimor) di Yunnan memiliki Body yang tebal, Sweetness yang tinggi, dan karakter Citric Acid yang kuat.

Kopi Yunnan VS Kopi Indonesia

Pertanyaan nya sekarang apabila China mulai meningkatkan produksi Specialty Coffee nya apakah Indonesia sudah siap untuk berhadapan langsung? Kenapa saya sebut Indonesia, karena yang paling pertama kali kena dampaknya adalah kopi Indonesia. Dengan karakter rasa kopi Yunnan yang serupa tapi tidak sama dengan kopi Indonesia apalagi apabila di bandingkan dengan harga. Kopi Indonesia di pasar dunia bisa di bilang tidak murah atau cenderung mahal. Bagaimana dengan nasib kopi Indonesia apabila di bandingkan dengan kopi Yunnan dengan harga murah dan karakter rasa mirip? ( 40 yuan / 6$ = 90rb per kg)

Mari kita lihat perbandingan Chart jumlah Produksi, Konsumsi, dan Ekspor.

Data di atas menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi kopi di Indonesia masih 10 besar dunia. Yang jadi catatan saya adalah konsumsi kopi di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu menggembirakan, di perkuat dengan data nilai ekspor kopi kita di tahun 2019 menurun. Apakah konsumsi dalam negri kita meningkat? Butuh penelitian lebih lanjut tentang halĀ itu, tetapi seharus nya kita menikmati kopi kita sendiri dan mengurangi tingkat import terhadap kopi luar.

Bandingkan dengan Vietnam, dengan tingkat produksi yang begitu tinggi tetapi berbanding lurus dengan tingkat konsumsi nya. Padahal tingkat Specialty Coffee Vietnam sangat rendah. Dengan tingkat Specialty Coffee yang sangat berbeda jauh dengan Indonesia, sudah saat nya kita mencontoh Vietnam yang memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Padahal tingkat produksi kopi kita apabila di bandingkan dengan Vietnam kita tertinggal, tetapi tingkat konsumsi kita jauh di atas vietnam. Apakah yang kita konsumsi bukan kopi dari negri kita sendiri?

Balik lagi ke kopi Indonesia VS kopi Yunnan apakah kita harus takut atau khawatir dengan mereka? Menurut saya dengan tegas mengatakan TIDAK, kopi Indonesia memiliki pasar yang luas dari Specialty sampai komersial pun ada. Dengan menjaga KONSISTENSI alhasil kopi Indonesia tetap akan berkibar di dunia. Kita memiliki diversity yang sangat tinggi di bandingkan dengan kopi China yang hampir seluruh nya di hasilkan di Yunnan. Dengan begitu kopi Indonesia memiliki karakteristik yang beragam, tidak monoton dan membosankan. Cara paling mudah memperkuat kopi Indonesia adalah menghargai kopi kita sendiri dengan cara mengkonsumsi kopi Indonesia, terlepas dari rendah nya tingkat produktivitas kopi kita.

Dari berbagai sumber (perfectdailygrind, wikipedia, worldcoffeeresearch, lokadata, yunnancoffeetrader)

– salam Penikmat Kopi –

Leave a comment