Dripper Tiamo

Sangat unik ketika melihatnya,yang membuat tertarik adalah kesederhanaannya, dari alur agitasinya dan bentuknya yang seperti V60, dengan 1 lubang ditengah lebih sedikit lebar dari V60, yang ini berbahan keramik, alur agitasinya hanya lurus ke dalam, lebar dari permukaan lalu semakin mengecil disesuaikan dengan semakin mengerucut ke dalam, tapi bagi saya tidak sesederhana yang terlihat.

Alur agitasi yang hanya lurus ke dalam sangat rumit menurut saya, seperti yang kita ketahui agitasi membantu menciptakan ekstraksi yang ideal dengan cara kerjanya dalam mendistribusikan air secara merata, mengingat alur agitasi pada Tiamo hanya lurus kebawah membuat kita harus waspada ketika menggunakanya, terlebih sensitif pada permainan grind size dan suhu air, meskipun dua hal tersebut merupakan syarat mutlak dalam menggunakan alat pour over.

Tiamo mengandalkan kekuatan agitasi dan teknik emerse guna mendapatkan ekstraksi yang tepat, bila grind size kopi Anda terlalu kasar agitasi terlalu cepat, menyebabkan tidak optimalnya emerse untuk ekstraksi, seperti hanya numpang lewat, akibatnya membuat seduhan kita under extraction, begitu pun ketika grind size yang terlalu halus membuat agitasi tertahan terlalu lama, menyebabkan emerse terlalu lama dan membuat seduhan kita over extraction, lalu apakah dengan medium grind size membuat sebuah solusi, tidak juga Anda harus memperhitungkan kecepatan paper filter Anda dan juga suhu air Anda.

Ketepatan suhu menjadi perhatian berikutnya yang harus diperhatikan, Tiamo berbahan dasar keramik yang sifatnya cepat menyerap panas, membuat kita harus berhati-hati ketika pouring berlangsung, jangan sampai Anda menyentuh Drip ketika pouring, karena sifat keramik yang cepat menyerap panas, menyebabkan penurunan secara signifikan suhu air kita, hingga kopi yang sedang kita seduh mengeluarkan flavour astringent yang berlebihan, itu alasan kenapa ketika kita menyeduh dengan metode pour over, kita harus tau bahan apa yang digunaka untuk Drip kita, karena berpengaruh pada perlakuan, teknik agar menjaga stabilnya suhu air ketika menyeduh kopi.

Selain bahan pada Tiamo, alur agitasi juga sangat penting diperhatikan, alurnya yang hanya lurus masuk ke dalam menngerucut membuat kuncian udara dalam proses agitasi berlangsung,yang berpengaruh pada waktu emerse sebagai kekuatan Tiamo dalam melakukan ekstraksinya. Teknik pouring adalah hal yang kesekian kalinya yang harus diperhatikan, untuk cara kerja Tiamo yang serba terbalik, ketika alat drip yang lain menggunakn slow pour untuk membentuk body dengan medium to fine grind size tidak berpengaruh pada Tiamo.

Gunakan perbandingan 1 : 15 untuk kopi nya, coarse pada grind size, 90° pada suhu air Anda dengan teknik slow pour. Anda akan mendapatkan kopi yang bright, fruity, sweet yang tipis, karena udara tidak mengunci (pada saat proses agitasi disebabkan alur pada Tiamo) hingga emerse tidak berlebihan, tetapi ketika Anda menggunakan medium to fine grind size, dengan suhu yang sama tapi dengan menggunakan fast pour di awal pouring Anda, udara panas mengunci, immersion tertahan sedikit lebih lama untuk ekstraksi yang cukup, lalu gunakan teknik flash di pouring ke tiga guna membantu lepasnya kuncian udara pada emerse, perhatikan dengan seksama tetesan kopi dengan ekstraksi yang cukup untuk mengeluarkan body, fruity sedang dan sweet pada kopi Anda sedang berlangsung.

Selamat menikmati kopi Anda !

Leave a comment