Espresso – Dosis vs Rasa

Kali ini kita akan membahas apakah perbedaan berat kopi dapat menghasilkan rasa yang lebih kompleks/ enak/ berkarakter. Kita mencoba berbagai Dosis dengan ukuran basket yang berbeda, dan yang kita fokuskan di sini adalah perbedaan dosis tanpa merubah rasio, temperatur.

Berikut tabel hasil eksperimen:

basket18gr20gr22gr
ratio1:21:21:2
temp.93°C93°C93°C
dose18gr20gr22gr
yield36ml (single shot)40ml (single shot)44ml (single shot)
time61s67s82s
sec/ml1,7s/ml1,68s/ml1,86s/ml
description-Sweet low-acidity medium – Bitter Low dan tidak terlalu lengket-light body-Sweet High – Acidity low -Bitter medium-medium body-Sweetness hanya di finish/aftertaste -Acidity low-Bitter High- Body High

Bisa dilihat bahwa rentang waktu yang diperlukan untuk membuat espresso dengan berat kopi yang berbeda-beda selama ratio-nya sama, maka waktu penyeduhan pun berubah namun masih average sekitar 1,7s/ml – 1,8s/ml. Perubahan yang jelas terjadi pada body, semakin berat kopi bertambah kecenderungan semakin kental (bold), lalu perubahan kedua yang bisa disadari ada pada rasanya yang semakin banyak gramasi kopi akan semakin pahit jika tidak ada perubahan variabel antara satu dengan yg lain.

Dari hasil eksperimen ini bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya semakin banyak dosis kopi yang kita pakai kopi akan semakin kompleks.

Nah, bisakah dengan dosis yang berbeda, tapi menghasilkan rasa espresso yang sama?

Ya, bisa dengan faktor-faktor dan bermacam variabel yang akan disesuaikan untuk espresso yang diinginkan. Tidak melulu hanya dengan sekedar menambahkan berat kopinya saja, terbukti dengan hasil eksperimen ini. Silahkan dicoba, teman teman.

-salam penikmat kopi.

Leave a comment