Seluk Beluk Kopi Indonesia

Apa betul kopi Indonesia tidak konsisten?

Para roaster di Indonesia pasti mengalami gimana sulitnya mencari kopi yang konsisten, khusus nya kopi Indonesia. Tiap panen pasti akan mengalami pergeseran rasa dan kualitas, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan untuk para roaster. Karena kita harus sampling, profiling dan cupping lagi, bahkan tidak jarang kita harus berganti profile roasting yang jauh berbeda dengan yang pernah kita lakukan dengan kopi yang sama (berbeda waktu panen).

Lain lagi cerita dari para eksporter, seperti yang saya kutip :

Mutu kopi Indonesia dinilai turun-naik sebagaimana penilaian buyers dari Amerika, Eropa dan lainnya. ‚ÄúSekarang bagus, besok kualitasnya jelek sehingga harganya pun turun naik, kata Executive Director Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) Ina A. Murwani 

dikutip dari http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/kopi-indonesia-tidak-konsisten-dalam.html 

Dan kutipan dari prosesor terkenal di gayo dengan wawancara nya bersama otten

Kopi Indonesia tidak konsisten??? Kayaknya harus benar-benar paham deh pola panen kopi di Indonesia. Contoh di Gayo ini aja, masa panen itu selama 6-8 bulan dengan 2 kali panen raya, dan selama 6 sampai 8 bulan ada panen sela. Artinya kopi di Gayo itu tidak hanya mengalami sekali pemrosesan dalam kurun waktu tersebut. Belum lagi pada setiap panen dan pemrosesan cuacanya berbeda, suhunya berbeda, dan otomatis pola pengerjaan pasca panennya berbeda pula. Beda dengan beberapa negara penghasil kopi yang lain, contoh seperti Brazil yang panen kopi aja pakai mesin. Mereka hanya sekali panen dan sekali melakukan pemrosesan.  Jadi wajar kalau hasilnya dianggap konsisten dalam musim panen tertentu. Berbicara konsistensi merupakan cerminan diri kita masing-masing, sebagai pelaku dari semua ranah kerja kopi.

https://majalah.ottencoffee.co.id/hendra-maulizar-kopi-terobosan-dan-gagasan/

Inhomogenitas varietal

Pasca panen tidak konsisten

Campuran beberapa petani

Ketinggian berbeda 

Contoh dari kopi aceh 

“Kalau kopi yang ditanami di areal yang berbeda, dengan ketinggian yang berbeda, serta varietas yang beragam, maka memungkinkan karakteristik kualitas fisik dan cita rasa juga akan berbeda pula,” kata Mahdi, ketua Gayo Cupper Team (GCT)

Kopi arabika yang ditanami pada ketinggian di bawah 1.200 mdpl cenderung menghasilkan kualitas fisik jelek dan cita rasa yang tidak disukai oleh penikmat kopi pada umumnya. Keasaman kopi rendah dan kurang kental. Sedangkan kopi yang ditanam di atas ketinggian 1.200 mdpl menghasilkan biji kopi yang baik dengan cita rasa yang lebih kompleks. Mahdi menyebutkan, daerah yang di bawah ketinggian 1.200 mdpl di antaranya di Takengon, yaitu di Kecamatan Rusip dan Celala, serta sebagian perkebunan kopi di Kecamatan Silihnara. Sedangkan dataran tinggi di atas 1.200 mdpl terdapat di Kecamatan Atu Lintang, Jagong Jeget, Bies, serta Bebesen, Kute Panang dan Kecamatan Bintang. 

Sementara itu di Kabupaten Bener Meriah, sebagian kopi yang ditanam terdapat di Kecamatan Gajah Putih, Timang Gajah, Bandar, Mesidah, serta Kecamatan Syiah Utama. Daerah-daerah tersebut memiliki ketinggian di bawah 1200 mdpl. Sedangkan daerah di atas ketinggian 1.200 mdpl di antarnya terdapat di Kecamatan Bukit, Bandar, Bener Kelipah dan Kecamatan Permata. “Tentu dalam hal ini kualitas kopi di bawah 1.200 mdpl tidak potensial untuk dijadikan areal budidaya kopi arabika Gayo, melainkan cocok untuk kopi robusta, kakao, dan komiditi lainnya,” terang Mahdi yang sudah 20 tahun mengamati perkembangan kopi Gayo.

Di kutip dari :

https://regional.kompas.com/read/2017/08/21/16551341/kopi-gayo-dan-cita-rasa-yang-tak-konsisten

Sudah banyak tulisan tentang konsitensi pada kopi di web ini, kenapa begitu penting sih konsistensi? tidak hanya para petani dan prosesor yang di tuntut konsisen tetapi para roaster dan akhir nya para brewer juga sangat penting untuk mengetahui gimana cara agar konsisten. Hanya dengan konsistensi kita dapat mengukur dan mengevaluasi dari kualitas kopi yang kita hasil kan, semoga kedepan nya tidak lagi ada jargon “karena kopi Indonesia yang tidak konsisten terdapat hal menarik disana”.

– salam penikmatkopi-

Leave a comment