Kopi Gunung Gelap Garut dari.kebun

Perkenalan gue dengan kopi dari Gunung Gelap berawal dari ajakan teman yang bilang ” Yuk mao bikin liputan tentang proses kopi di kebun ga? ” tanpa pikir panjang gue langsung meng Iya kan,  tanpa mengetahui kondisi seperti apa sih di sana. Singkat cerita gue berkenalan dengan prosesor dari.kebun, awal nya gue kaget doi kan masih muda dan terlebih lulusan hukum di universitas termuka di Bandung, ngapain juga pusing2 dan ribet ngurusin kebun kopi. Maksud gue banyak hal yang bisa di lakukan dari pada capek dan pusing ngurusin kebun kopi, harus angkut ceri, ber kotor kotor dengan proses fermentasi dan lagi kulit terbakar matahari karena terlibat langsung dengan urusan penjemuran. Setelah ngobrol panjang akhirnya gue malu sendiri karena kecintaan dia dengan kopi ternyata lebih besar dari kita semua ( atau minimal dari gue sendiri lah).

Gue cerita sedikit tentang latar belakang dari.kebun, sebenarnya dari.kebun di dirikan oleh seorang wanita bernama Novita Mutiara Jelita, berangkat ketertarikan nya dengan kopi dimulai dari brewer. Muti kita memanggilnya adalah pecinta kopi sejak jaman kuliah mulai dari manual brew, dari v60, kalita dll dll di perdalam oleh nya, tanpa dia sadari sebenarnya keluarga nya memiliki kebun kopi sendiri dari tahun 2013 lalu di Gunung Gelap seluas 12 hektar ( tapi tidak ada yang mengelola). Pada tahun 2016  berdiri dari.kebun, dengan latar belakang kecintaan kepada kopi sehingga Mutiara memberanikan diri untuk fokus mengolah dan menjual hasil panen dengan grade specialty dari kebun nya sendiri.

Sebenarnya dari.kebun sudah menjual hasil panen nya dari tahun 2017, tetapi yang berbeda tahun ini adalah mereka mulai mengembangkan berbagai macam proses pasca panen, dari natural dan honey sampai ber main main dengan experimental process (ini yang menarik menurut gue). Akan gue bahas proses pasca panen yang menarik menurut gue dari.kebun lakukan

Full washed

Sebenarnya tidak berbeda dengan proses full washed yang di lakukan oleh prosesor lain, maksudnya dari urutan * (perambangan, pulping, fermentation, drying, dan hulling). Di buat tiga model fermentasi tujuan nya untuk mencari referensi yang nanti nya akan di jadikan untuk protokol pada saat proses pasca panen (tentu nya setelah melewati grading dan scoring untuk masuk ke specialty grade)

dari.kebun melakukan tiga model underwater fermentation di bedakan dari berapa lama proses fermentasi nya, dan proses fermentasi ini juga selalu di jaga dan di perhatikan untuk mencegah kopi jadi over ferment.

14 jam fermentasi

24 jam fermentasi

36 jam fermentasi

Experimental Process

Ini adalah proses eksperimen yang pertama kali di lakukan oleh dari.kebun, yaitu dengan fermentasi anaerob selama 72 jam di lakukan sungai yang memiliki temperatur air rendah/ dingin. Tujuan nya adalah untuk memperpanjang proses fermentasi sehingga akan menghasilkan rasa yang memiliki karakter yang unik. Setelah itu di pulping dan di fermentasi underwarter selama 24 jam, ini di karenakan kadar ph yang masih memungkinkan untuk di lanjutkan proses fermentasi nya, dan setelah itu di lakukan penjemuran.

* untuk hasil grading/ scoring akan di bahas di artikel yang berbeda

yang ingin tau lebih lanjut bisa follow ig @dari.kebun

15 Comments on Kopi Gunung Gelap Garut dari.kebun

  1. mantwap tetehku!

  2. Denia P Dhira Brata | June 27, 2020 at 1:12 pm |

    Kereeeen!

  3. Keren proud of you mut 👍🏻

  4. Mantappp 👍🏻👍🏻👍🏻

  5. Proud of you mujeee🤍

  6. Mantap mutii sukses yaa

  7. Mutiii keren banget!!! Pingin ikut :”)

  8. Keren mut proud of u

  9. Sukses sekalu muje 🙌🏻

  10. Mochamad Lucky Sabila | June 27, 2020 at 4:54 pm |

    dari kebun turun ke hatiii~

  11. rizky maulana sahid | June 27, 2020 at 5:08 pm |

    sekut muttttt, lancar terooosss

  12. Awesome

  13. thats cool, muje! 🖤

  14. Sukses selalu mujeee 🙌🏻

Leave a comment