Cupping VS Coffee Tasting

Penggunaan cupping saat ini sangat sering di gunakan oleh para penikmat kopi. Tetapi ber hati hati lah saat menggunakan terminologi ini karena cupping dan coffee tasting seringkali tertukar atau bahkan salah persepsi.

Cupping sendiri memiliki arti sebagai uji citarasa dalam bahasa Indonesia, dan yang perlu di ingat cupping sendiri memiliki protocol yang harus di ikuti *. Protocol ini juga tidak se simple yang di bayangkan dan wajib di jalan kan. Tujuan utama cupping sendiri adalah untuk mengevaluasi suatu kopi yang berujung pada scoring yang harus menggunakan cupping form. Cupping form untuk cupping juga berbeda beda ( SCA, 90+ dan bahkan perusahaan mempunyai cupping form sendiri). 

Berbeda dengan coffee tasting yang hanya mengevaluasi kopi tanpa menggunakan cupping form. Coffee tasting jauh lebih simple dari pada Cupping itu sendiri, karena untuk cupping pun ada standar dan ketentuan yang detail mulai dari roasting protocol ( warna, waktu dll) sampai ke protocol cupping. Untuk protocol cupping sudah ada di blog ini silahkan di cari. Untuk coffee tasting hanya beberapa protocol yang di jalankan seperti dose, rasio, temperatur, dan waktu tanpa mengisi cupping form. Memang menjalankan cupping itu sendiri dalam mengisi cupping form akan memakan waktu yang tidak singkat makanya sering kali di jalan kan hanya coffee tasting. Tapi yang menjadi masalah adalah kesalahan dalam terminologi sehingga penyebutan coffee tasting menjadi cupping. 

Ada baik nya mulai sekarang kita membiasakan diri dengan terminologi yang benar dan sampai berkelanjutan yang menjadi salah persepsi.

Leave a comment