Hitam Dan Putih

“Hitam dan putih mudah digambarkan, tapi jauh lebih sulit menghasilkan variasi di antara kedua ekstrem ini, ketika kejujuran harus dihargai, dan kedua sisinya tidak berwarna terlalu gelap atau terlalu terang.” Itu adalah kutipan dari Eduard Douwes Dekker, kopi hitam yang bercampur dengan susu memiliki sejarah yang panjang sekali.

Sejarah kopi yang di campur susu atau kita kenal dengan latte, cappucino, dll tidak terlepas dari espresso. Sejarah espresso sendiri tidak pula bisa di pisahkan dari ditemukannya mesin espresso itu sendiri. Berawal dari tahun 1900 an yang di ciptakan oleh seorang bernama Luigi Bezzera di Itali, Luigi menciptakan mesin espresso dikarenakan kegelisahan nya kepada pembuatan kopi pada waktu itu yang membutuhkan waktu lama (5-10 menit).  Pada akhir nya penamaan espresso sendiri berarti cepat dalam bahasa Itali, singkat cerita, tercipta lah kopi hitam (espresso) dan di campurkan dengan susu yang sekarang kita kenal dengan nama cappucino atau latte/ caffe latte yang dalam bahasa Itali berarti kopi yang di campur dengan susu. Caffe latte di temukan di tahun 1950 an oleh seorang barista asal Itali bernama Liono Meiorin, awal pertama kali di temukan caffe latte dikarenakan inovasi Lino Meiorin yang mencampur espresso dengan susu yang bertujuan untuk mengurangi intensitas dari espresso itu sendiri ( banyak pelanggan nya yang tidak terbiasa dengan espresso). Berbeda dengan cappucino yang di temukan jauh sebelum latte, cerita cappucino ini bermula dari tahun 1600an pada jaman perang pasukan Ottoman menginvasi Austria. Waktu itu pihak Austria berhasil mengalahkan pasukan Ottoman dan meninggalkan berkarung karung kopi yang di tinggalkan oleh musuh nya. Seorang biarawan capuchin bernama Marco d’Aviano membuat sebuah minuman kopi yang di campur dengan madu dan susu untuk mengurangi rasa kopi yang terlalu kuat. Campuran ini menghasilkan warna coklat yang menyerupai jubah biara capuchin. Bagi orang Itali cappucino berarti little cap yang mengaitkan dengan model potongan rambut para biarawan capuchin yang memiki potongan rambut botak dengan berjubah warna coklat, sebenarnya ada beberapa versi juga untuk sejarah cappucino dan latte. *baca selangkap nya di www.penikmatkopi.id 


Bagaimana dengan kopi hitam? 

Sedikit membahas kopi hitam atau lebih spesifik nya manual brew berangkat dari sejarah di ciptakan nya Turkish coffee/ ibrik/cezve. Seperti kita ketahui Turki adalah salah satu negara pertama yang mengenal kopi dan mengkonsumsi nya sebelum menyebar ke seluruh dunia. Kopi menjadi komoditas penting di luar rempah rempah, dan hal ini tidak mengherankan di karenakan konsumsi kopi yang begitu tinggi sehingga menjadikan kopi sebagai minuman resmi kerajaan. Seiring berjalan nya waktu tercipta lah French Press, Melitta, Chemex, V60 dll. Terciptanya inovasi ini di latarbelakangi karena ingin menikmati kopi tanpa ampas, dan fenomena ini kita kenal dengan filter coffee.* baca selengkap nya di www.penikmatkopi.id

Candramawa ;hitam bercampur putih. Untuk menikmati karakteristik dari kopi itu sendiri memang gue cenderung ke filter coffee tetapi terkadang gue bisa terkaget kaget minum latte dsb(milk) karena mungkin ada beberapa notes yang gue kaga bisa temuin di filter coffee. Sayang nya gue sering menemukan teman yang “gue mau nya kopi hitam (filter coffee), gue anti kopi susu dan sebalik nya” *terlepas dari keterbatasan fisik menyangkut medis ya..( lactose intolerance). Dulu jaman nya gue jadi pendekar kalo ke coffee shop selalu pesan 1 espresso, 1 cappucino, 1 filter coffee ( kita semua pasti pernah jadi pendekar kan??). Nikmati kopi apa ada nya…makin simpel kita nikmatin kopi makin menarik buat gue pribadi, karena kita penikmatkopi

Leave a comment