Menyajikan kopi dengan gelas wine… Mengapa tidak?

Pada saat teman2 menyeruput kopi di kedai favorit, apakah pernah terpikirkan mengapa kopi itu disajikan di gelas dengan bentuk yang tertentu?  Apa karena estetika, supaya cantik pada saat difoto dan diunggah di media sosial?  Atau ada alasan ilmiah dibaliknya?

Banyak penelitian yang menemukan bahwa sebenarnya ada korelasi antara rasa dan fisik wadah penyajinya (entah itu bentuk, bahan, warna, sampai tekstur).  Inilah dimana multi-sensory berpengaruh terhadap rasa.  Sadar tak sadar, pada saat kita mengkonsumsi makanan/ minuman (misalnya kopi -untuk kepentingan artikel ini-), bukan hanya indera pengecap saja yang bekerja, tapi indera penciuman kita pun berperan cukup besar.  Bahkan sebenarnya indera penglihatan kita yang paling pertama memberi persepsi apakah sebuah suguhan itu nikmat atau tidak.

Artikel ini terinspirasi oleh dunia wine, dimana untuk jenis anggur yang berbeda, ada bentuk gelas yang bisa menampilkan karakternya masing2 secara maksimal.  Bersama teman2 dari Putra Surya Internusa, tim penikmatkopi.id melakukan percobaan dengan gelas wine ciptaan Riedel (seri O Wine Tumbler) untuk menemukan gelas yang paling cocok untuk kopi2 yang ada di lab kami.

Cara penyeduhannya sebagai berikut:

Alat: V60

Rasio: 1:15

Suhu & tingkat gilingan: menyesuaikan masing2 kopi

Untuk kopi yang cenderung memiliki rasa herbal atau earthy, kami memilih kopi Tolu Batak dan menemukan bahwa dengan gelas Syrah, hasil seduhan menjadi balanced dan menampilkan rasa manis yang biasanya hanya muncul sepintas.  Kopi yang biasa di-dominasi dengan aroma dan rasa tobako dan cengkeh, kali ini ditemani juga dengan wangi gula aren, sedikit vanili, permen kopi, asam jeruk mandarin dan wangi teh hitam.  Bentuk gelas Syrah ini kerap disebut tulip karena memang menyerupai bunga tersebut, lonjong dan menguncup sedikit di bibirnya.  Bagian bawah yang agak lebar, membuat aroma2 kopi keluar dan tercampur; sedangkan bagian atas yang menyempit menghindari aroma2 tersebut cepat menguap.

Teman2 pasti pernah menemukan kopi yang di-proses natural dengan waktu fermentasi yang cukup lama dan pada saat diseduh menghasilkan rasa lebih ke arah asam atau buah yang terlalu matang.  Untuk kopi Flores Manggarai dengan proses fermentasi anaerobik, kami coba dengan gelas Pinot Noir yang bentuknya lebih bulat.  Hasil seduh menjadi fruity tanpa terasa berlebihan, smooth, menampilkan aroma dan rasa anggur, permen buah2an, dengan keasaman yang menyegarkan.  Nah bentuk gelas Pinot Noir sering juga dikenal dengan balloon glass karena alasan yang cukup jelas.  Bentuknya yang hampir bulat dapat meredakan rasa asam atau aroma fermentasi yang berlebihan, karena kopi jadi lebih terekspos ke udara.  Pada saat diseduh dengan gaya Japanese ice drip di gelas ini, rasanya semakin segar tapi lebih mellow dan santai.

Untuk kopi yang fruity, kami mencobanya juga dengan Sunda Gulali dengan proses pasca panen pulped-natural yang lebih dikenal dengan honey process.  Dan ternyata, lebih cocok disajikan dengan gelas yang biasanya diperuntukan untuk Riesling/ Sauvignon Blanc. Sepintas wangi buah permen buah2an, rasa candied lemon pun tercampur dengan seimbang di gelas ini.

Setelah mencoba kopi yang lumayan full-body dari dalam negeri, kami pun beranjak ke kopi2 yang lembut, yang floral dan santai dari dataran tinggi Ethiopia yang di-proces natural.  Dan sama dengan Sunda Gulali, kopi ini paling menampilkan rasanya di gelas Riesling/ Sauvignon Blanc.  Kopi ini memang terkenal dengan notes floral –nya yang anggun; tapi pada saat disajikan di gelas ini, rasanya lebih intens dengan aroma madu, buah persik dan meninggalkan aftertaste yang manis.  Bentuk gelas Riesling/ Sauvignon Blanc termasuk jenis tulip juga, tapi lebih ramping dibandingkan dengan gelas Syrah, sehingga aroma2 kopi yang muncul dapat tercampur dengan baik, tidak cepat hilang dan dapat dinikmati lebih lama. Tapi pada saat kami mencobanya dengan kopi dari daerah yang sama, tapi dengan proses washed, perpaduan wangi bebungaan, teh jasmin dan jeruk mandarin saling melengkapi di gelas New World Pinot Noir.

Untuk percobaan ini, ada tujuh macam gelas yang dipakai untuk masing2 jenis kopi, dan kami mencari yang terbaik.

Riedel O Series
Riedel O Series

Ternyata memang benar, wadah penyaji kopi cukup berpengaruh terhadap rasa.  Mungkin teman2 tertarik untuk mencobanya sendiri?

-salam penikmat kopi-

Leave a comment